Menyembah Karena Pribadi Tuhan, Bukan Karena Lagu
RH PW-3 “Menyembah Karena Pribadi Tuhan, Bukan Karena Lagu”
“Aku akan memuji TUHAN pada segala waktu; puji-pujian kepada-Nya tetap di dalam mulutku.” (Mazmur 34:2)
Renungan
Banyak orang bisa menyembah saat lagunya enak… saat musiknya menyentuh… saat suasananya terasa “hadir”. Tetapi penyembah sejati tidak bergantung pada suasana. Ia menyembah karena ia mengenal Pribadi yang ia sembah.
Ada saatnya: lagu tidak sesuai selera, suasana terasa “kering”, Hati sedang lelah.
Namun penyembah sejati tetap berkata:
“Tuhan, Engkau tetap layak disembah.” Karena penyembahan bukan respon terhadap lagu… tetapi respon terhadap siapa Tuhan itu.
Masalahnya, banyak pelayan pujian tanpa sadar menjadi:
👉 tergantung pada aransemen
👉 tergantung pada suasana
👉 tergantung pada “feeling”Sehingga ketika semua itu tidak ada, penyembahan pun terasa hilang.
Padahal… penyembahan sejati lahir dari pengenalan akan Tuhan.
Jika kita mengenal Tuhan sebagai:
Allah yang setia → kita tetap menyembah saat keadaan tidak berubah
Allah yang baik → kita tetap memuji di tengah luka
Allah yang layak → kita tetap meninggikan Dia, apapun kondisi kita
Seorang pelayan pujian tidak hanya membawa lagu… tetapi membawa jemaat untuk melihat Pribadi Tuhan.
Karena itu, sebelum kita menyanyikan tentang Tuhan… kita harus mengenal Dia terlebih dahulu.
Refleksi Pribadi
Apakah aku menyembah hanya saat suasana mendukung?
Apakah aku benar-benar mengenal Tuhan, atau hanya tahu tentang Tuhan?
Apakah penyembahanku tetap hidup saat tidak ada musik?
Doa
Tuhan… Ajarku menyembah-Mu bukan karena lagu, bukan karena suasana, tetapi karena Engkau layak disembah.
Bawa aku semakin mengenal hati-Mu, agar penyembahanku tidak dangkal, tetapi dalam.
Biarlah dalam setiap pelayanan, aku tidak hanya menyanyikan nama-Mu, tetapi sungguh mengalami dan mengenal Engkau. Engkaulah alasan penyembahanku..
Dalam nama Yesus, Amin.
