{"id":820,"date":"2025-04-16T02:24:38","date_gmt":"2025-04-16T02:24:38","guid":{"rendered":"https:\/\/gbivillacitra.com\/?p=820"},"modified":"2025-04-16T07:19:23","modified_gmt":"2025-04-16T07:19:23","slug":"kalau-allah-sudah-mengampuni-kita-lewat-pengorbanan-yesus-apakah-kita-masih-perlu-meminta-pengampunan-saat-berbuat-dosa-lagi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/2025\/04\/16\/kalau-allah-sudah-mengampuni-kita-lewat-pengorbanan-yesus-apakah-kita-masih-perlu-meminta-pengampunan-saat-berbuat-dosa-lagi\/","title":{"rendered":"Kalau Allah sudah mengampuni kita lewat pengorbanan Yesus, apakah kita masih perlu meminta pengampunan saat berbuat dosa lagi?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-foreground-color has-pale-ocean-gradient-background has-text-color has-background has-link-color wp-elements-d04ddb77046ab036656e6e3ebe771bcc\"><strong><em>Kalau Allah sudah mengampuni kita lewat pengorbanan Yesus, apakah kita masih perlu meminta pengampunan saat berbuat dosa lagi?<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Oleh: Pdt. Dr. Hengky Andrian, M.Th<\/strong><\/p>\n\n\n\n<blockquote class=\"wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow\">\n<p class=\"has-drop-cap has-foreground-background-color has-background has-small-font-size\">Kalau Allah sudah mengampuni kita lewat pengorbanan Yesus, apakah kita masih perlu meminta pengampunan saat berbuat dosa lagi?<br><br><strong>Jawabannya<\/strong>: Ya, kita tetap perlu minta ampun.<br>Berikut alasannya secara Alkitabiah dan sederhana:<br><br><strong>1. Pengampunan di Kayu Salib Bersifat Menyeluruh, Tapi Hubungan Perlu Dipulihkan<\/strong><br>a. Ketika kita percaya kepada Yesus, kita diampuni secara penuh dan diangkat menjadi anak Allah (Efesus 1:7)<br>b. Tapi dosa setelah kita percaya tetap bisa mengganggu hubungan kita dengan Allah (meskipun tidak membatalkan status kita sebagai anak-Nya).<br>c. Seperti dalam keluarga: walau kita tetap anak ayah-ibu, kalau kita menyakiti mereka, hubungan jadi renggang. Minta maaf adalah cara kita memulihkan keintiman.<br><br><strong>2. Alkitab Mengajarkan Kita Untuk Mengaku Dosa<\/strong><br>\u201cJika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.\u201d\u2014 1 Yohanes 1:9<br>a. Ayat ini ditujukan bagi orang percaya.<br>b. Mengaku dosa bukan karena kita belum diampuni, tapi karena kita ingin hidup bersih dan dekat dengan Allah setiap hari.<br><br><strong>3. Minta Ampun Membentuk Hati yang Rendah dan Sadar Diri<\/strong><br>a. Tuhan ingin kita hidup dalam pertobatan yang terus-menerus, bukan dalam rasa bersalah, tapi dalam kesadaran akan kasih karunia-Nya.<br>b. Setiap kali kita jatuh dan kembali kepada-Nya, kita diingatkan betapa besar kasih-Nya.<br><br><strong>Kesimpulan Renungan<\/strong>:<br>Kita sudah diampuni oleh darah Kristus yang tercurah di salib. Tapi ketika kita berbuat dosa lagi, kita tetap datang dan minta ampun, bukan untuk &#8220;mengulang pengampunan&#8221;, tapi untuk memelihara hubungan kita dengan Allah.<br><br><strong>Doa sederhana<\/strong>:<br>\u201cTuhan Yesus, terima kasih karena Engkau sudah mati untuk dosaku. Aku tahu Engkau sudah mengampuniku. Tapi saat aku jatuh lagi, tolong aku untuk tidak menjauh dari-Mu, melainkan datang dan berkata, \u2018Ampunilah aku, Tuhan.\u2019 Aku rindu hidup dalam kasih dan kebenaran-Mu. Amin.\u201d<\/p>\n\n\n\n<p><br><br><br><\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kalau Allah sudah mengampuni kita lewat pengorbanan Yesus, apakah kita masih perlu meminta pengampunan saat berbuat dosa lagi? Oleh: Pdt. Dr. Hengky Andrian, M.Th Kalau Allah sudah mengampuni kita lewat pengorbanan Yesus, apakah kita masih perlu meminta pengampunan saat berbuat dosa lagi? Jawabannya: Ya, kita tetap perlu minta ampun.Berikut alasannya secara Alkitabiah dan sederhana: 1. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":879,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-820","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pengajaran-dasar-alkitab"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/820","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=820"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/820\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":822,"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/820\/revisions\/822"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/879"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=820"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=820"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/gbivillacitra.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=820"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}