RH 114 PW “Kasih Karunia Yang Mengajar Dalam Pelayanan” Titus 2:11–12 – “Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi, dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini.” RenunganKasih karunia bukan hanya menyelamatkan, tetapi juga mengajar kita. PaulusLanjutkan membaca “RH 114 PW “Kasih Karunia Yang Mengajar Dalam Pelayanan””
Arsip Kategori: RH Profetik
RH 115 PW “Panggilan Untuk Menjadi Imam Lewat Pujian”
RH 115 PW “Panggilan Untuk Menjadi Imam Lewat Pujian” 1 Petrus 2:9 – “Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.” Renungan Ketika kita melayani di tim pujian danLanjutkan membaca “RH 115 PW “Panggilan Untuk Menjadi Imam Lewat Pujian””
RH 116 PW “Kekudusan di Balik Panggung”
RH 116 PW “Kekudusan di Balik Panggung” Ibrani 12:14 – “Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan.” RenunganPelayanan pujian dan penyembahan bukanlah sekadar penampilan di atas panggung. Pujian yang sungguh-sungguh berkuasa lahir dari hati yang kudus, bukan hanya dari latihan musik yang baik. Kekudusan adalahLanjutkan membaca “RH 116 PW “Kekudusan di Balik Panggung””
RH 117 PW “Pelayanan Dari Ruang Tersembunyi”
RH 117 PW “Pelayanan Dari Ruang Tersembunyi” Matius 6:6 – “Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” RenunganPelayanan di panggung hanyalah puncak kecil dari sebuah gunung es. Dasarnya adalah kehidupan rohani yang tidak terlihat,Lanjutkan membaca “RH 117 PW “Pelayanan Dari Ruang Tersembunyi””
RH 118 PW “Membawa Hadirat, Bukan Hiburan”
RH 118 PW “Membawa Hadirat, Bukan Hiburan” Mazmur 22:3 – “Padahal Engkau lah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.” RenunganTim pujian dan penyembahan dipanggil bukan untuk menjadi penghibur, tetapi pembawa hadirat Allah. Dunia mungkin melihat musik sebagai sarana hiburan, tetapi di hadapan Tuhan, musik dan pujian adalah alat rohani yang membuka jalanLanjutkan membaca “RH 118 PW “Membawa Hadirat, Bukan Hiburan””
RH 119 PW “Hidup Sebagai Instrumen Allah”
RH 119 PW “Hidup Sebagai Instrumen Allah” Roma 12:1 – “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” RenunganTim pujian dan penyembahan sering memakai instrumen musik untuk memuliakan Tuhan. Namun lebih dari sekadar alatLanjutkan membaca “RH 119 PW “Hidup Sebagai Instrumen Allah””
RH 120 PW “Menyembah Dengan Seluruh Hati”
RH 120 PW “Menyembah Dengan Seluruh Hati” Mazmur 103:1 – “Pujilah TUHAN, hai jiwaku, pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku !” RenunganPenyembahan sejati tidak dilakukan setengah hati. Daud, seorang penyembah sejati, berseru agar seluruh batinnya memuji Tuhan. Bagi tim pujian, ini berarti kita dipanggil untuk melayani bukan hanya dengan suara atau keterampilan, tetapi denganLanjutkan membaca “RH 120 PW “Menyembah Dengan Seluruh Hati””
RH 121 PW “Menyembah Dengan Kerendahan Hati “
RH 121 PW “Menyembah Dengan Kerendahan Hati “ Filipi 2:3–4 – “Dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama daripada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga .” RenunganPenyembah sejati tidak mencari sorotan. DiLanjutkan membaca “RH 121 PW “Menyembah Dengan Kerendahan Hati “”
RH 122 PW “Menyembah di Tengah Ujian”
RH 122 PW “Menyembah di Tengah Ujian” Habakuk 3:17–18 – “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku.”Lanjutkan membaca “RH 122 PW “Menyembah di Tengah Ujian””
RH 123 PW “Menyembah Dengan Kehidupan Yang Berbuah”
RH 123 PW “Menyembah Dengan Kehidupan Yang Berbuah” Yohanes 15:8 – “Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. ” RenunganPenyembahan sejati tidak berhenti di ruang ibadah, tetapi terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari. Yesus berkata bahwa Bapa dipermuliakan ketika kita menghasilkan banyak buah. Artinya, penyembahan yang sejatiLanjutkan membaca “RH 123 PW “Menyembah Dengan Kehidupan Yang Berbuah””
