RH 151 PW “Dipanggil Untuk Menyembah, Bukan Sekadar Bernyanyi”

RH 151 PW “Dipanggil Untuk Menyembah, Bukan Sekadar Bernyanyi” Yohanes 4:23–24 – “Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.” RenunganBanyak orang berpikir bahwa menyembah Tuhan berarti menyanyi dengan suara yang indah di atas mimbar. Namun, Yesus mengajarkan bahwa penyembahanLanjutkan membaca “RH 151 PW “Dipanggil Untuk Menyembah, Bukan Sekadar Bernyanyi””

RH 154 KOPI “Hati Yang Dipenuhi Damai Sejahtera”

RH 154 KOPI “Hati Yang Dipenuhi Damai Sejahtera” “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.” — Kolose 3:15 RenunganPria sering kali hidup dalam tekanan—tekanan pekerjaan, tanggung jawab keluarga, keputusan besar, dan pergumulan batin. Tidak jarang hati menjadi gelisah dan pikiran penuh kekhawatiran. Tetapi FirmanLanjutkan membaca “RH 154 KOPI “Hati Yang Dipenuhi Damai Sejahtera””

RH 153 KOPI “Hati Yang Tunduk dan Taat”

RH 153 KOPI “Hati Yang Tunduk dan Taat” “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”— Amsal 3:5-6 RenunganSalah satu tanda hati yang diperbaharui adalah hati yang mau tunduk dan taat kepada kehendak Tuhan. Pria sering kali ingin menjadi pengendali hidupnyaLanjutkan membaca “RH 153 KOPI “Hati Yang Tunduk dan Taat””

RH 135 WBI “Menghadapi Badai Rumah Tangga”

RH 135 WBI “Menghadapi Badai Rumah Tangga” “Hikmat perempuan mendirikan rumahnya, tetapi kebodohan meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.” (Amsal 14:1) RenunganTidak ada rumah tangga yang selalu tenang. Kadang badai datang tanpa diduga — pertengkaran kecil berubah besar, komunikasi terasa dingin, atau beban hidup menekan dari segala arah. Namun Tuhan memanggil setiap wanita untuk menjadi tiang yangLanjutkan membaca “RH 135 WBI “Menghadapi Badai Rumah Tangga””

RH 134 WBI “Berjalan Dengan Iman, Bukan Dengan Perasaan”

RH 134 WBI “Berjalan Dengan Iman, Bukan Dengan Perasaan” “Tetapi orang benar akan hidup oleh percayanya.” (Habakuk 2:4b) RenunganPerasaan manusia berubah-ubah. Hari ini kita bisa penuh semangat, tetapi esoknya mungkin hati terasa kosong dan kecewa. Jika hidup kita ditentukan oleh perasaan, maka kita akan mudah terombang-ambing. Karena itu, Tuhan memanggil kita untuk hidup oleh iman,Lanjutkan membaca “RH 134 WBI “Berjalan Dengan Iman, Bukan Dengan Perasaan””

RH 133 WBI “Menguatkan Hati di Tengah Ketidakpastian”

RH 133 WBI “Menguatkan Hati di Tengah Ketidakpastian” “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” (Ulangan 31:6) RenunganKetidakpastian sering kali membuat hati gentar. Masa depan tampak kabur, keadaan tak menentu, dan hati mulai dipenuhi kekhawatiran.Lanjutkan membaca “RH 133 WBI “Menguatkan Hati di Tengah Ketidakpastian””

RH 132 WBI “Menyerahkan Kekhawatiran Kepada Tuhan”

RH 132 WBI “Menyerahkan Kekhawatiran Kepada Tuhan” “Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7) RenunganKekhawatiran sering kali menjadi beban tersembunyi di hati seorang wanita. Ia mungkin tersenyum di luar, tetapi di dalamnya penuh dengan pertanyaan: Bagaimana dengan masa depan anak-anak? Bagaimana dengan keuangan keluarga? Bagaimana dengan kesehatan? Namun Tuhan tidakLanjutkan membaca “RH 132 WBI “Menyerahkan Kekhawatiran Kepada Tuhan””

RH 131 WBI “Saat Doa Belum Terjawab”

RH 131 WBI “Saat Doa Belum Terjawab” “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa.” (Roma 12:12) RenunganTidak ada yang lebih sulit daripada menunggu jawaban doa. Kita telah berdoa, menangis, berharap, dan percaya — namun waktu terus berlalu, dan seolah-olah Tuhan diam. Dalam keheningan itulah, iman seorang wanita diuji dengan sungguh-sungguh. Namun, diamnyaLanjutkan membaca “RH 131 WBI “Saat Doa Belum Terjawab””

RH 130 WBI “Percaya Meski Tidak Melihat Jalan Keluar”

RH 130 WBI “Percaya Meski Tidak Melihat Jalan Keluar” “Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” (2 Korintus 5:7) RenunganAda masa di mana jalan hidup terasa seperti lorong gelap tanpa ujung. Doa telah dinaikkan, air mata telah menetes, tetapi jawaban Tuhan belum juga tampak. Dalam situasi seperti itu, iman kita benar-benarLanjutkan membaca “RH 130 WBI “Percaya Meski Tidak Melihat Jalan Keluar””

RH 129 WBI “Iman Yang Diuji Menghasilkan Ketekunan”

“RH 129 WBI “Iman Yang Diuji Menghasilkan Ketekunan” “Sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:3) RenunganTidak ada iman yang matang tanpa ujian. Sama seperti emas dimurnikan melalui api, demikian juga iman kita dimurnikan melalui kesulitan dan penderitaan. Tuhan tidak menguji kita untuk menjatuhkan, tetapi untuk membentuk dan memperdalam kepercayaan kitaLanjutkan membaca “RH 129 WBI “Iman Yang Diuji Menghasilkan Ketekunan””