RH 130 KGC “Diperlengkapi Dengan Karunia Dari Tuhan”

RH 130 KGC “Diperlengkapi Dengan Karunia Dari Tuhan” 1 Petrus 4:10 – “Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.” Tuhan Memberi Setiap Orang Talenta yang UnikTuhan tidak pernah memanggil seseorang tanpa memperlengkapinya. Setiap remaja memiliki karunia yang berbeda—ada yang pandai berbicara,Lanjutkan membaca “RH 130 KGC “Diperlengkapi Dengan Karunia Dari Tuhan””

RH 126 KGC “Belajar Setia Dalam Hal Kecil”

RH 126 KGC “Belajar Setia dalam Hal Kecil” Lukas 16:10 – “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.” Kesetiaan Dimulai dari Hal Sehari-hariBanyak pemuda ingin dipakai Tuhan untuk hal besar—memimpin, berkhotbah, melayani banyak orang. Namun Tuhan terlebih dulu menilai kesetiaan kita dalam hal kecil: mengerjakan tugas dengan jujur, datang tepat waktu,Lanjutkan membaca “RH 126 KGC “Belajar Setia Dalam Hal Kecil””

RH 125 KGC “Dipersiapkan Tuhan Melalui Proses”

RH 125 KGC “Dipersiapkan Tuhan Melalui Proses” Yesaya 64:8 – “Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat, dan Engkaulah yang membentuk kami; kami semua adalah buatan tangan-Mu.” Tuhan Membentuk Kita Perlahan-lahanKetika Tuhan mau memakai hidup kita, Ia tidak langsung mengutus kita untuk melakukan hal besar. Tuhan terlebih dahulu membentuk hati, karakter, danLanjutkan membaca “RH 125 KGC “Dipersiapkan Tuhan Melalui Proses””

RH 159 PW “Menyembah Dengan Ketaatan”

RH 159 PW “Menyembah Dengan Ketaatan” 1 Samuel 15:22 – “Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik daripada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik daripada lemak domba-domba jantan.” RenunganBanyak orang mengira penyembahan yang berkenan adalah yang terdengar merdu atau penuh emosi. Namun diLanjutkan membaca “RH 159 PW “Menyembah Dengan Ketaatan””

RH 158 PW “Menyembah Dengan Kerendahan Hati”

RH 158 PW “Menyembah Dengan Kerendahan Hati” Yesaya 57:15 – “Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selama-lamanya dan yang nama-Nya Kudus: ‘Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus, tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hatiLanjutkan membaca “RH 158 PW “Menyembah Dengan Kerendahan Hati””

RH 157 PW “Hidup Yang Menyatakan Kemuliaan Tuhan”

RH 157 PW “Hidup Yang Menyatakan Kemuliaan Tuhan” Matius 5:16 – “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” RenunganSeorang penyembah sejati bukan hanya dikenal karena suaranya di atas panggung, tetapi karena terangnya di luar panggung. Hidupnya menjadi kesaksian yang memancarkan kemuliaan Allah. TuhanLanjutkan membaca “RH 157 PW “Hidup Yang Menyatakan Kemuliaan Tuhan””

RH 156 PW “Menyembah di Tengah Proses dan Pergumulan”

RH 156 PW “Menyembah di Tengah Proses dan Pergumulan” Habakuk 3:17–18 – “Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yangLanjutkan membaca “RH 156 PW “Menyembah di Tengah Proses dan Pergumulan””

RH 155 PW “Hidup Yang Kudus di Balik Panggung”

RH 155 PW “Hidup Yang Kudus di Balik Panggung” Roma 12:1 – “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” RenunganPenyembahan sejati tidak hanya tampak di atas panggung, tetapi juga di baliknya — diLanjutkan membaca “RH 155 PW “Hidup Yang Kudus di Balik Panggung””

RH 154 PW “Mengutamakan Hadirat, Bukan Penampilan”

RH 154 PW “Mengutamakan Hadirat, Bukan Penampilan” Mazmur 27:4 – “Satu hal telah kuminta kepada TUHAN, itulah yang kuingini: diam di rumah TUHAN seumur hidupku, menyaksikan kemurahan TUHAN dan menikmati bait-Nya.” RenunganDi tengah dunia yang serba visual, sangat mudah bagi seorang pelayan mimbar untuk terjebak dalam penampilan luar. Kita berusaha tampil sempurna — suara indah,Lanjutkan membaca “RH 154 PW “Mengutamakan Hadirat, Bukan Penampilan””

RH 153 PW “Menyembah Dalam Roh dan Kebenaran”

RH 153 PW “Menyembah Dalam Roh dan Kebenaran” Yohanes 4:24 – “Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.” RenunganYesus menegaskan bahwa penyembahan sejati tidak bisa dilakukan secara lahiriah semata. Tuhan bukan mencari bentuk atau gaya penyembahan tertentu, melainkan hati yang menyembah dalam roh dan kebenaran. Menyembah dalam roh berartiLanjutkan membaca “RH 153 PW “Menyembah Dalam Roh dan Kebenaran””