RH 172 KOPI “Hati Yang Rindu Hadirat-Nya”
“Jiwaku haus akan Allah, akan Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?” — Mazmur 42:2
Renungan
Tanda seorang pria yang dewasa rohani bukanlah seberapa banyak yang ia tahu, tetapi seberapa besar kerinduannya akan Tuhan. Mazmur 42 menggambarkan hati yang begitu haus akan hadirat Allah, seperti rusa yang haus mencari air. Bagi pemazmur, Tuhan bukan hanya sumber pertolongan, tetapi sumber kehidupan itu sendiri.
Pria yang rindu hadirat Tuhan adalah pria yang menyadari bahwa tanpa Tuhan ia kosong. Itu sebabnya ia tidak mencari pelarian di dunia: Bukan pada hiburan, bukan pada kesibukan, bukan pada orang lain. Ia mencari Tuhan—karena hanya Tuhan yang bisa mengisi ruang terdalam di hatinya.
Kerinduan adalah bukti hubungan yang hidup.
Jika hati kita tidak lagi merindukan Tuhan, mungkin bukan karena kita terlalu sibuk, tetapi karena kita terlalu dipenuhi hal lain.
Rindu akan Tuhan tidak terjadi otomatis.
Ia tumbuh ketika kita menyediakan waktu, membuka hati, dan membiarkan Tuhan mengisi rasa haus rohani kita. Pria yang memiliki kerinduan seperti ini akan mengalami hadirat Tuhan bukan hanya di gereja, tetapi di mana pun ia berjalan. Hati yang rindu akan Tuhan adalah hati yang akan selalu menemukan Tuhan.
Refleksi Pribadi
Apakah aku masih memiliki kerinduan yang dalam untuk mencari Tuhan?
Hal apa yang selama ini meredam rasa hausku terhadap hadirat-Nya?
Apa langkah yang bisa kulakukan hari ini untuk memulihkan kerinduan akan Tuhan?
Doa
Tuhan, hidupku kering tanpa Engkau. Bangkitkan kembali kerinduan dalam hatiku untuk mencari wajah-Mu, untuk haus akan-Mu, dan untuk tinggal lebih dekat dengan hadirat-Mu. Jangan biarkan hal-hal dunia mengalihkan aku dari Engkau. Isi hatiku dengan rasa haus yang hanya dapat dipuaskan oleh-Mu. Amin
