RH 130 WBI “Percaya Meski Tidak Melihat Jalan Keluar”
“Sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat.” (2 Korintus 5:7)
Renungan
Ada masa di mana jalan hidup terasa seperti lorong gelap tanpa ujung. Doa telah dinaikkan, air mata telah menetes, tetapi jawaban Tuhan belum juga tampak. Dalam situasi seperti itu, iman kita benar-benar diuji — apakah kita masih percaya meski tidak mengerti arah langkah selanjutnya?
Percaya tanpa melihat bukan berarti menutup mata pada kenyataan, tetapi menyerahkan kenyataan itu ke tangan Tuhan yang lebih besar dari segala kemungkinan. Abraham meninggalkan tanah kelahirannya tanpa tahu ke mana ia akan pergi, hanya karena ia percaya pada janji Tuhan. Demikian pula, kita pun dipanggil untuk berjalan dengan iman, bukan dengan penglihatan.
Tuhan tidak selalu menunjukkan seluruh peta perjalanan hidup kita, karena Ia ingin kita belajar berjalan selangkah demi selangkah bersama-Nya. Saat kita percaya, bahkan di tengah kabut ketidakpastian, kita sedang menyatakan bahwa harapan kita tidak bergantung pada situasi, melainkan pada pribadi Yesus yang setia.
Wanita yang tangguh bukanlah yang tahu semua jawaban, tetapi yang tetap melangkah dengan iman ketika semua pintu tampak tertutup. Ia tahu bahwa Tuhan sedang menyiapkan jalan baru, bahkan di tengah tempat yang tampak mustahil.
Refleksi Pribadi
1. Apakah aku masih percaya kepada Tuhan meski belum melihat jalan keluar dari masalahku?
2. Dalam hal apa aku perlu melangkah dengan iman, bukan dengan penglihatan manusia?
3. Bagaimana aku bisa belajar menyerahkan langkah-langkahku kepada Tuhan setiap hari?
Doa
“Tuhan Yesus, aku sering takut ketika tidak melihat jalan di depanku. Aku ingin tahu apa yang akan terjadi, tapi Engkau memintaku untuk percaya. Hari ini aku menyerahkan semua rencanaku ke dalam tangan-Mu. Pimpin langkahku, meski jalannya samar, aku tahu Engkau ada di sisiku. Jadikan aku wanita yang tangguh, yang berani berjalan dalam iman, percaya bahwa di balik setiap ketidakpastian, Engkau sedang bekerja. Dalam nama Yesus aku berdoa, amin.”
