“RH 129 WBI “Iman Yang Diuji Menghasilkan Ketekunan”
“Sebab kamu tahu bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:3)
Renungan
Tidak ada iman yang matang tanpa ujian. Sama seperti emas dimurnikan melalui api, demikian juga iman kita dimurnikan melalui kesulitan dan penderitaan. Tuhan tidak menguji kita untuk menjatuhkan, tetapi untuk membentuk dan memperdalam kepercayaan kita kepada-Nya.
Seorang wanita yang tangguh tidak berarti tidak pernah takut atau lelah, tetapi ia belajar untuk tetap percaya di tengah badai. Ia memilih untuk berkata, “Aku tidak mengerti semuanya, tapi aku tahu Tuhan sedang bekerja.” Dari situlah ketekunan lahir — bukan dari kekuatan diri, tetapi dari kasih karunia yang menopangnya setiap hari.
Ketekunan adalah kemampuan untuk terus berjalan meski jalannya berat. Ia tidak lahir dalam satu malam, tetapi dibangun melalui pilihan-pilihan kecil: tetap berdoa saat tidak ada jawaban, tetap mengasihi saat disakiti, tetap bersyukur saat keadaan belum berubah. Tuhan sedang memakai setiap ujian itu untuk memperkuat iman dan membentuk karakter surgawi dalam diri kita.
Refleksi Pribadi
1. Dalam hal apa imanku sedang diuji saat ini?
2. Apakah aku melihat ujian sebagai hukuman, atau sebagai kesempatan untuk bertumbuh?
3. Apa langkah kecil yang bisa aku ambil hari ini untuk tetap tekun meski hatiku lelah?
Doa
“Tuhan Yesus, aku bersyukur karena melalui setiap ujian, Engkau sedang membentuk imanku. Meski aku tidak selalu mengerti jalan-Mu, aku mau tetap percaya bahwa Engkau sedang bekerja untuk kebaikanku. Ajari aku untuk bertekun, setia, dan tidak menyerah di tengah kesulitan. Jadikan aku wanita yang tangguh, yang imannya semakin kuat karena diuji dan disempurnakan oleh kasih-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa, amin.”
