RH 148 PW “Dipakai Tuhan di Tengah Dunia”
Matius 28:19–20 – “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
Renungan
Tuhan tidak hanya memanggil kita untuk menjadi alat kemuliaan-Nya di dalam gereja, tetapi juga di tengah dunia. Dunia adalah ladang pelayanan kita yang sesungguhnya. Melalui pekerjaan, keluarga, dan pergaulan kita, Tuhan ingin kemuliaan-Nya dinyatakan. Amanat Agung bukan hanya tugas bagi para misionaris, melainkan panggilan bagi setiap orang percaya untuk menjadi saksi Kristus di mana pun ia ditempatkan.
Menjadi alat Tuhan di tengah dunia berarti membawa nilai-nilai Kerajaan Allah ke lingkungan yang mungkin tidak mengenal kasih, kejujuran, atau kebenaran. Kita dipanggil bukan untuk menyesuaikan diri dengan dunia, tetapi untuk menjadi garam yang memberi rasa dan terang yang menuntun jalan. Ketika orang melihat perbedaan sikap, integritas, dan kasih dalam hidup kita, mereka sedang melihat refleksi kemuliaan Tuhan.
Tuhan tidak menuntut kita untuk menjadi sempurna, tetapi untuk setia. Ia yang memanggil kita juga menyertai kita, memberikan hikmat dan kekuatan untuk berdampak di tempat yang telah Ia tetapkan. Mari kita hidup dengan kesadaran bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk menyatakan kasih Tuhan — di kantor, sekolah, rumah, atau lingkungan sosial. Di manapun kita berada, jadilah alat kemuliaan Tuhan yang membawa terang Kristus kepada dunia.
Doa
Tuhan, terima kasih karena Engkau telah memanggilku bukan hanya untuk mengenal-Mu, tetapi juga untuk dipakai di tengah dunia. Tolong aku agar hidupku menjadi kesaksian yang memuliakan nama-Mu. Berikan hikmat, kasih, dan keberanian untuk membawa terang-Mu ke mana pun aku pergi. Amin.
