RH 139 SENIOR “Anugerah Yang Membuat Hidup Tetap Bersukacita”
“Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal.” – 1 Tesalonika 5:16–18
Sukacita sejati tidak bergantung pada keadaan, tetapi bersumber dari hubungan yang hidup dengan Tuhan. Di masa senja, kita mungkin tidak lagi sekuat dulu, tetapi anugerah Tuhan membuat hati kita tetap bersukacita. Sukacita ini lahir dari kesadaran bahwa kita dikasihi, dipelihara, dan disertai oleh Allah setiap hari, apa pun situasinya.
Sukacita bukan berarti tidak ada air mata. Ada kalanya kita menangis, ada saat kita merasa lemah. Namun di tengah air mata itu pun, anugerah Tuhan memberikan kekuatan batin untuk tersenyum dan berkata: “Tuhan itu baik.” Sukacita yang lahir dari anugerah bukan sekadar emosi, tetapi keyakinan yang dalam bahwa hidup ini tetap indah karena Tuhan bersama kita.
Mari kita isi masa tua dengan hati yang bersukacita. Senyum yang tulus, kata yang lembut, dan doa yang penuh pengharapan adalah bukti bahwa anugerah Tuhan masih bekerja dalam hidup kita. Bersukacitalah senantiasa, sebab sukacita di dalam Tuhan adalah kekuatan kita sampai akhir.
Doa
Tuhan, terima kasih karena Engkau memberi sukacita sejati yang tidak tergantung pada keadaan. Isi hatiku dengan kegembiraan yang lahir dari anugerah-Mu, agar hidupku menjadi terang bagi orang di sekitarku. Amin.
