RH 141 PW “Dipilih Untuk Menjadi Alat-Nya”
Yohanes 15 : 16 – “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.”
Renungan
Setiap orang percaya tidak hidup secara kebetulan — kita dipilih oleh Tuhan untuk tujuan ilahi. Pemilihan ini bukan karena kehebatan atau kesalehan kita, melainkan karena kasih karunia-Nya. Yesus sendiri berkata bahwa kitalah yang dipilih-Nya untuk menghasilkan buah. Artinya, Tuhan telah menempatkan kita di posisi, waktu, dan pelayanan tertentu agar melalui hidup kita, orang lain dapat melihat kemuliaan-Nya.
Dipilih Tuhan berarti kita juga dipanggil untuk bersedia dipakai oleh-Nya. Kadang kita merasa tidak layak, tidak cukup mampu, atau tidak siap. Namun justru itulah alasan Tuhan memilih kita — supaya melalui kelemahan kita, kuasa-Nya nyata. Ia tidak mencari alat yang sempurna, tetapi hati yang mau tunduk dan taat. Bila kita menyerahkan hidup sepenuhnya kepada-Nya, Ia sanggup memakai kita melebihi yang kita bayangkan.
Menjadi alat kemuliaan Tuhan berarti hidup dengan kesadaran bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk menyalurkan kasih-Nya. Melalui pelayanan, perkataan, bahkan cara kita bekerja dan memperlakukan orang lain, kita sedang membawa Kristus dikenal dunia. Mari kita bersyukur karena telah dipilih, dan izinkan Tuhan memakai hidup kita menjadi alat yang memancarkan kemuliaan-Nya.
Doa
Tuhan, terima kasih karena Engkau telah memilih aku menjadi alat-Mu. Aku sadar, aku tidak layak, tetapi kasih-Mu yang memampukan. Bentuklah hatiku agar taat dan setia, supaya melalui hidupku, nama-Mu dipermuliakan. Amin.
