RH 122 SENIOR “Menanti Dengan Anugerah”
“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan.” – Roma 8:24
Renungan
Masa senja sering dipenuhi dengan penantian. Ada yang menanti kesembuhan, menanti doa dijawab, bahkan menanti saat dipanggil pulang kepada Tuhan. Penantian kadang membuat hati gelisah. Namun Firman Tuhan menegaskan: kita diselamatkan dalam pengharapan. Anugerah Tuhanlah yang memampukan kita menanti dengan tenang.
Menanti dengan anugerah berarti percaya bahwa waktu Tuhan selalu sempurna. Meski kita tidak tahu kapan doa terjawab atau kapan akhir hidup tiba, kita yakin bahwa segalanya ada di bawah kendali-Nya. Dalam penantian, anugerah Allah memberi kekuatan, penghiburan, dan sukacita yang tidak bisa diguncang keadaan.
Hidup di masa tua menjadi indah ketika dijalani dengan penantian penuh iman. Bukan penantian yang cemas, tetapi penantian yang penuh harapan akan janji Tuhan. Anugerah-Nya bukan hanya cukup untuk hari ini, tetapi juga untuk hari esok, bahkan sampai kekekalan.
Doa
Tuhan, terima kasih karena anugerah-Mu menopangku dalam setiap penantian. Ajarku menanti dengan sabar, penuh iman, dan tetap bersukacita, hingga aku berjumpa dengan-Mu kelak. Amin.
