RH 162 PW “Menyembah Dengan Ketekunan dan Kesetiaan”
Mazmur 92:13-15 – “Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.”
Renungan
Pelayanan penyembahan bukanlah perlombaan cepat, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan ketekunan dan kesetiaan. Dalam Mazmur 92, pemazmur menggambarkan orang yang berakar di dalam Tuhan sebagai pohon yang terus bertumbuh dan berbuah, bahkan hingga masa tuanya. Demikian pula seorang penyembah di mimbar dipanggil untuk setia, bukan hanya ketika penuh semangat, tetapi juga saat lelah, sepi, atau tidak dilihat orang.
Ketekunan lahir dari kasih yang mendalam kepada Tuhan. Seorang penyembah sejati tidak melayani karena suasana hati atau pujian manusia, melainkan karena kerinduan untuk memuliakan Allah setiap waktu. Kesetiaan bukanlah hasil dari kekuatan sendiri, tetapi buah dari hati yang melekat pada Tuhan. Saat kita terus berakar di dalam firman dan doa, Roh Kudus menumbuhkan semangat baru, bahkan ketika tubuh kita lemah atau hati mulai letih.
Tuhan menghargai setiap pelayanan yang dikerjakan dengan tekun dan setia. Tidak ada nyanyian yang sia-sia bila dinyanyikan dengan kasih, tidak ada latihan yang percuma bila dilakukan dengan kerendahan hati. Di akhir perjalanan, yang Tuhan lihat bukan seberapa hebat kita di atas mimbar, tetapi seberapa setia kita di hadapan-Nya. Mari tetap melayani dengan cinta yang sama seperti saat pertama kali kita dipanggil — sebab Allah setia, dan Ia tidak pernah melupakan setiap penyembah yang bertahan di jalan-Nya.
Doa
Tuhan, terima kasih karena Engkau setia. Ajarku untuk terus melayani dengan tekun, walau terkadang hati ini lelah. Bangkitkan kembali semangatku untuk menyembah-Mu setiap hari dengan kesetiaan yang murni. Jadikan hidupku pohon yang terus berbuah bagi kemuliaan nama-Mu. Amin
