RH 132 WBI “Menyerahkan Kekhawatiran Kepada Tuhan”
“Serahkanlah segala kekhawatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5:7)
Renungan
Kekhawatiran sering kali menjadi beban tersembunyi di hati seorang wanita. Ia mungkin tersenyum di luar, tetapi di dalamnya penuh dengan pertanyaan: Bagaimana dengan masa depan anak-anak? Bagaimana dengan keuangan keluarga? Bagaimana dengan kesehatan?
Namun Tuhan tidak pernah memanggil kita untuk menanggung semuanya sendirian. Ia berkata, “Serahkanlah.” Itu artinya lepaskan, bukan sekadar menceritakan. Menyerahkan kekhawatiran berarti mempercayakan kendali hidup kepada Allah yang jauh lebih tahu apa yang terbaik bagi kita.
Wanita yang tangguh bukan yang mampu menahan semua beban, tetapi yang berani meletakkannya di kaki Yesus. Saat ia berdoa, ia tidak hanya berbicara, tetapi juga melepaskan — percaya bahwa Tuhan sedang bekerja di balik layar, bahkan ketika matanya belum melihat hasilnya.
Kekhawatiran tidak menambah umur kita, tetapi doa menambah kekuatan. Setiap kali kita menyerahkan kekhawatiran kepada Tuhan, hati kita menjadi ringan, dan damai sejahtera-Nya menggantikan gelisah yang menekan.
Refleksi Pribadi
Apa hal yang paling sering membuatku khawatir akhir-akhir ini?
Doa
“Tuhan Yesus, Engkau tahu isi hatiku dan segala kekhawatiran yang membebaniku. Hari ini aku mau belajar melepaskan semuanya di kaki-Mu. Aku percaya Engkau memelihara hidupku lebih dari yang bisa kulakukan sendiri. Berikan aku hati yang tenang dan percaya pada janji-Mu. Jadikan aku wanita yang tangguh, bukan karena aku kuat, tetapi karena aku bersandar pada-Mu. Dalam nama Yesus aku berdoa, amin.”
