RH 149 PW “Menjadi Saluran Kasih dan Pengampunan Tuhan”
Efesus 4:32 – “Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.”
Renungan
Kasih dan pengampunan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan orang percaya. Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk menerima kasih dan pengampunan-Nya, tetapi juga untuk menjadi saluran kasih dan pengampunan itu bagi orang lain. Dunia sudah penuh dengan kepahitan, kebencian, dan luka batin — karena itu, anak-anak Tuhan dipanggil untuk menjadi pembawa kasih yang menyembuhkan dan pengampunan yang memulihkan.
Menjadi alat kemuliaan Tuhan berarti hidup kita mencerminkan karakter Kristus. Ketika kita mau mengampuni orang yang menyakiti kita, kita sedang menunjukkan kasih Allah yang lebih besar dari rasa sakit kita. Tidak mudah mengampuni, tetapi kita diingatkan: kita mengampuni bukan karena mereka layak, melainkan karena kita sendiri telah diampuni oleh Tuhan. Di sanalah kuasa kasih bekerja — mematahkan rantai kepahitan dan membuka jalan bagi pemulihan.
Kasih yang sejati akan membuat kita menjadi pembawa damai, bukan pembalas dendam. Ketika kita memilih untuk tetap mengasihi dan mengampuni, kita sedang memperlihatkan kemuliaan Tuhan kepada dunia. Tuhan memakai hati yang lembut, bukan yang keras. Mari kita menjadi saluran kasih dan pengampunan-Nya, agar melalui hidup kita, orang lain dapat merasakan kasih Kristus yang mengubahkan.
Doa
Tuhan, terima kasih karena Engkau telah lebih dulu mengasihiku dan mengampuniku. Ajarku untuk menjadi saluran kasih dan pengampunan-Mu bagi orang lain. Lembutkan hatiku, agar dalam setiap hubungan dan pelayanan, kasih-Mu nyata melalui hidupku. Amin.
