RH 128 WBI “Tetap Berdiri di Atas Janji Tuhan”
“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.” (Matius 24:35)
Renungan
Ada kalanya hidup terasa rapuh. Janji manusia berubah, keadaan bergeser, bahkan hal yang dulu tampak pasti bisa hilang dalam sekejap. Dalam semua ketidakpastian itu, satu hal tetap kokoh: janji Tuhan tidak pernah gagal.
Ketika badai datang, iman seorang wanita diuji. Ia mungkin goyah, tetapi janji Tuhan menjadi batu karang yang membuatnya tetap berdiri. Tuhan tidak pernah berbohong—apa yang Ia firmankan pasti digenapi.
“Sebab segala janji Allah yang ada dalam Dia adalah ‘Ya’ dan ‘Amin’.” (2 Korintus 1:20)
Mungkin engkau sedang menunggu jawaban doa yang tak kunjung datang, atau menanggung beban yang seolah tak berakhir. Tetapi percayalah: Tuhan sedang bekerja di balik layar. Ia setia menepati janji-Nya bagi setiap anak yang berharap kepada-Nya.
Ketangguhan sejati seorang wanita bukan diukur dari seberapa besar kekuatannya, melainkan dari seberapa teguh ia berdiri di atas Firman Tuhan. Iman membuatnya berkata, “Aku percaya, sekalipun aku belum melihat.”
Refleksi Pribadi
1. Janji Tuhan apa yang paling menguatkan aku saat ini?
2. Ketika keadaan tak sesuai harapan, apakah aku tetap berpegang pada Firman-Nya?
3. Bagaimana aku bisa meneguhkan orang lain dengan janji Tuhan yang pernah menguatkanku?
Doa
“Tuhan Yesus, aku bersyukur karena janji-Mu kekal dan tidak berubah. Saat dunia berguncang, Engkaulah batu karangku yang teguh. Tolong aku untuk selalu percaya dan berpegang pada Firman-Mu, bahkan ketika aku belum melihat hasilnya. Jadikan aku wanita yang tangguh, yang berdiri di atas janji-Mu setiap hari. Dalam nama Yesus aku berdoa, amin.”
