RH 142 PW “Dibentuk Melalui Proses”
Yeremia 18:6 – “Tidakkah Aku dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel? Demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel!
Renungan
Setiap alat yang dipakai Tuhan harus terlebih dahulu dibentuk. Seperti tanah liat di tangan tukang periuk, hidup kita berada dalam proses pembentukan Allah. Proses ini sering kali tidak nyaman—melibatkan tekanan, kesabaran, bahkan air mata. Namun dalam setiap proses, ada maksud surgawi. Tuhan sedang membentuk kita agar menjadi alat yang sesuai dengan rencana dan kemuliaan-Nya.
Kadang kita bertanya, “Mengapa Tuhan mengizinkan aku melewati ini?” Jawabannya: karena Ia melihat potensi ilahi yang belum kita sadari. Melalui tekanan dan tantangan, karakter kita dimurnikan. Tanah liat yang keras tidak bisa dibentuk; hanya hati yang lembut dan berserah yang bisa dijadikan bejana yang indah. Tuhan tidak pernah membuang proses—setiap tahapan membentuk kita semakin serupa dengan Kristus.
Ketika kita mau dibentuk, kita memberi Tuhan ruang untuk menyatakan kemuliaan-Nya melalui hidup kita. Jangan menolak proses, sebab pembentukan adalah tanda kasih Allah, bukan hukuman. Semakin kita rela ditempa, semakin besar pula kapasitas kita untuk menjadi alat bagi kemuliaan-Nya. Mari berserah penuh di tangan Sang Tukang Periuk yang sempurna.
Doa
Tuhan, Engkaulah Penjunan yang membentuk hidupku. Meski kadang proses-Mu menyakitkan, aku percaya itu untuk kebaikanku. Bentuklah aku sesuai kehendak-Mu, agar hidupku menjadi bejana yang indah dan memuliakan nama-Mu. Amin.
